Jan
27

Profil

by Cak Cholik

Bismillahir rahmaanir rahiim,

Ketika nenek memberiku nama Abdul Cholik tentu ada doa didalamnya, disertai harapan agar cucunya kelak menjadi manusia yang benar-benar mempertunjukkan jati dirinya sebagai seorang hamba Allah.

Jombang-sebuah kota yang terletak diwilayah propinsi Jawa Timur, dipilih Allah sebagai tanah kelahiran saya. Disebuah desa kecil  bernama Sumberagung yang jauhnya sekitar 8 kilometer itulah tepatnya saya dilahirkan. Kehidupan di desa yang tenteram dengan penduduknya hidup rukun dan damai membuat saya nyaman dan betah tinggal disana hingga tamat SMP.

Gemerlap dan suasana yang sangat berbeda mulai terasa manakala saya harus sekolah di Surabaya mulai tahun 1967. Sejak saat itu,  suasana kota demi kota saya rasakan. Bahkan negara demi negara sempat saya kunjungi karena tugas dan jabatan saya.

Saya termasuk  Emak’s Boy yang tidak tahu diri karena bercita-cita menjadi orang gagah. Keinginan emak agar saya menjadi guru atau dokter tidak saya wujudkan karena saya tetap bersikukuh memilih menjadi orang gagah-seperti yang saya cita-citakan. Demikian pula keinginan emak agar saya selalu berada didekatnyapun kandas. Anak lanang tunggal  yang akhirnya benar-benar menjadi orang gagah ini bahkan lebih sering berada pada jarak ratusan bahkan ribuan kilometer dari emak yang sangat mencintainya. Namun Emak bangga sekaligus bahagia karena cita-cita anaknya untuk menjadi orang gagah tercapai.

Namun sejauh-jauh burung terbang akhirnya kembali juga kesangkarnya. Abdul Cholik bersama isteri, anak dan cucunya kini lebih sering berada didekat emaknya.

Bagi saya emak adalah segala-galanya. Dibalik suara beliau yang kadang menggelegar terdapat hati yang lembut, tidak tegaan dan mudah menangis manakala melihat hal-hal yang membuatnya terharu atau bahagia.

Walaupun sebagai ibu rumah tangga, Emak adalah pekerja keras, tekadnya kuat dan tak gampang tergoyahkan seperti karang ditengah lautan.

Ketika memelukku erat pada acara Prasetya Perwira yang dipimpin oleh Presiden Soeharto di Kampus Akabri Darat-Magelang Tahun 1974 emak berpesan, ” Walaupun kamu sudah menjadi orang gagah tetaplah rendah hati, Nak “

Terima kasih Emak, saya dan isteri beserta cucu dan buyut sangat mencintai Emak.

Emaaaaaaaaaaaak !!

Comments are closed.